Untuk Tubuh Lebih Sehat, Kurangi Konsumsi Nasi Putih

 Nasi merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Rasanya tak kenyang jika tak ada nasi. 

Nasi membawa manfaat bagi tubuh sekaligus risiko buruk bagi kesehatan. Karena risiko inilah, muncul berbagai jenis diet yang menganjurkan pengikutnya untuk memangkas asupan karbohidrat, termasuk nasi.

Namun, tanpa harus mengikuti aturan diet ketogenik, ada manfaat lain yang bisa dirasakan saat mengurangi asupan nasi. Berikut manfaat yang bisa didapatkan, diambil dari berbagai sumber.

1. Turunkan berat badan
Masalah obesitas atau kegemukan jadi akar masalah untuk berbagai jenis penyakit. Mau tak mau, berat badan harus ideal. Mengurangi konsumsi nasi putih bisa dijadikan salah satu cara untuk menurunkan berat badan.

Nasi putih mengandung karbohidrat olahan. Komponen serupa juga dapat ditemukan dalam roti, tortila, dan sereal sarapan pada umumnya. Terlalu banyak asupan karbohidrat olahan dapat meningkatkan berat badan, bahkan obesitas.

Mengutip The Independent, nasi putih dapat dicerna dengan cepat oleh tubuh, diubah menjadi gula dan hanya mengisi perut dalam jangka waktu pendek. Akibatnya, makan nasi putih hanya akan membuat tubuh menginginkan asupan tambahan agar terasa kenyang.

2. Kurangi risiko diabetes
Mengurangi konsumsi nasi putih artinya juga mengurangi risiko diabetes tipe-2. 

sebuah studi dari Harvard School of Public Health menunjukkan, risiko diabetes tipe-2 akan meningkat secara signifikan pada orang yang mengonsumsi nasi putih dalam porsi besar.

Peneliti melibatkan lebih dari 300 ribu orang yang tidak memiliki diabetes. Setelah melewati periode dari empat hingga 22 tahun, lebih dari 13 ribu orang terkena diabetes. Mereka yang makan nasi putih dengan porsi 1,5 kali lebih banyak, lebih mungkin terkena diabetes daripada mereka yang mengonsumsi nasi dengan porsi kecil.

Resiko Diabetes akan meningkatkan 10 persen pada mereka yang mengonsumsi sekitar 155 gram nasi per hari.

3. Terhindari Dari Sembelit
Sembelit atau sulit buang air besar terjadi saat tubuh kurang asupan serat dan cairan. hal ini bisa di perburuk dengan banyaknya konsumsi nasi putih. kandungan serat sehingga memperburuk gerakan usus. Seabaiknya kurangi asupan nasi putih dan perbanyak sayur serta buah-buahan agar perncernaa lebih sehat.

4. Peningkatan energi dan konsentrasi
Tak perlu khawatir tubuh kehilangan tenaga saat tidak bertemu dengan nasi putih. tubuh memiliki mekanisme untuk memanfaatkan lemak yang di ubah jadi sumber tenaga. Lemak lebih mudah dipecah daripada Karbohidrat.


Kebiasaan Sering ‘Ngemil’ jadi Faktor Utama Obesitas

Ahli Gizi Rita Ramayulis Menilai Kasus Obesitas yang dialami Titi Wati, perempuan Berbobot 220 Kilogram asal Palangka Raya, kalimantan tengah, tidak terjadi secara instan, melainkan butuh waktu bertahun-tahun, menurut Rita, obsesitas yang menimpa titi terjadi akibat dari kebiasaan makan dan pola hidup tidak sehat.

“Menjadi gemuk tidak ada yang instan. tidak ada orang yang tiba-tiba gemuk dalam Hitungan hari atau minggu. jadi orang gemuk itu sedikit demi sedikit tanpa dia sadari. kasus (Titi wati) ini sudah bukan lagi masalah diet tapi sudah gangguan organ dan memang harus ditangani secara medis” kata Rita.

Ketua Asosiasi Sport Nutritionist Association itu mengatakan kebisaan ngemil bisa menjadi faktor utama seseorang menjadi obsesitas. apabila jika camilan terdiri dari minuman manis dan makanan yang berminyak.

“Alasanya, minuman manis itu kan kadar gulanya tinggi dan densitasnya tinggi. coba kalau minum teh manis dengan gula dua sendok, itu tidak akan meninggalkan bekas di lambung tapi energinya bisa mencapai 100 kilo gram, masuk lambung dan lambung kita penuh, kenyang tapi energi nol karena densitas rendah” katanya.

“kata dia, saat orang mengkonsumsi camilan yang lebih banyak mengandung gula tanpa melakukan gerakan tubuh untuk membakar kalori sesuai asupan energi maka orang tersebut bisa obesitas karena tumpukan lemak.

“Gula kalau tak terpakai pada akhirnya bisa berubah jadi jaringan lemak, tentunya lewat serangkaian tahapan. jaringan lemak itu bisa menumpuk di bawah kulit, di lingkar pinggang dan lemak pada sekitar organ dalam perut. ketika orang punya lemak yang berlebih dan tidak diperlukan tubuh maka akan menggangu metabolisme dan mempengaruhi kerja hormon” katanya.

oleh sebab itu, dalam kasus Titi Wati, Rita menganggap perlu penanganan medis karena lemak di tubuh sudah menggangu metabolisme.

Untuk menghindari Obesitas, seseorang mesti memahami asupan yang masuk kedalam tubuh, termasuk saat menentukn Camilan yang ingin dikonsumsi.

“makan itu butuh pemahaman. masalah gizi timbul saat orang tak paham dengan makanan bergitu juga dengan camilan. camilan pada dasarnya adalah mengkonsumsi makanan di antara makanan utama. yang berbahaya dari ngemil adalah kepadatan energi yang ada di dalam makanan, semakin tinggi semakin bahaya” ujar rita.

Saat ini Tim Dokter RSUD doris Sylvanus, Palangka Raya, tengah melakukan penanganan medis dan langkah operasi terhadap Titi Wati (37) yang menderita obesitas ekstrem.

Meski telah membentuk Tim, namun sampai sekarang ini belum diketahui kapan operasi dilakukan. saat ini titi wati memiliki berat badab 350 kilogram.

Tips Mencegah dan Menghilangkan Lemak di Perut

Lemak di perut tak hanya sekadar mengganggu penampilan, tapi juga fungsi otak. Penelitian terbaru menemukan keterkaitan antara lemak di perut dengan penyusutan volume materi abu-abu di dalam otak. 

Studi pada hampir sembilan ribu orang itu mendapati orang dengan indeks massa tubuh (BMI) dan rasio pinggang-pinggul yang tinggi memiliki volume materi abu-abu yang lebih rendah. 

Orang dengan kelebihan berat badan terkait dengan penyusutan di daerah tertentu dalam otak seperti pallidum, nucleus accumbens, putamen, dan caudate. Semua bagian otak ini terlibat dalam mengatur motivasi dan penghargaan diri.

Namun, Anda tak perlu khawatir karena lemak di perut dapat dicegah dan dihilangkan dengan cara yang mudah. 

Mencegah lemak

Bagi Anda yang tak ingin lemak membandel di perut dan membuat otak menyusut ada dua cara yang dapat dilakukan. untuk mencegah lemak muncul di perut yang perlu dilakukan adalah berolahraga. Terdengar klise?

Olahraga yang dilakukan sebenarnya tak bisa sembarangan, melainkan olahraga jenis kardio dan kekuatan otot. 

Latihan kardio dapat membakar kalori, meningkatkan energi, dan membuka jalur oksigen. Sedangkan latihan otot dapat mempercepat laju metabolisme sehingga membakar energi lebih banyak. Hasilnya, lemak ikut terbakar dan tak jadi menumpuk di perut. 

Cara kedua untuk mencegah lemak di perut adalah tidak melewatkan waktu makan baik sarapan, makan siang, dan makan malam. 

Penelitian menunjukkan melewatkan makan dapat membuat tubuh memperlambat metabolisme sehingga memicu penumpukan lemak saat waktu makan berikutnya. Studi lain juga mendapat melewatkan makan berperan meningkatkan lemak di perut bahkan dapat menyebabkan resistensi insulin. 

Menghilangakan lemak

untuk menghilangka lemak yang sudah menumpuk di perut, beberapa cara dapat dilakukan. rutin berolahraga merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan menghilangkan lemak. Olahraga dapat meningkatkan metabolisme dan memangkas lemak dalam jumlah besar.

Rutin berolahraga ini mesti diikuti dengan diet yang tinggi serat. diet yang tinggi serat berarti juga rendah asupan lemak. artinya, hanya akan ada sedikit lemak yang bertimbun di dalam tubuh.

kurangi karbohidrat dan perbanyak protein juga merupakan strategi yang baik untuk mengurangi lemak. Health line merekomendasikan untuk menghindari makanan bergula dan minuman yang mengandung pemanis.